Skip to main content

Posts

Kulineran Jogja [part 3]

Ini part terakhir dari rangkaian tulisan tentang jogja. Dan yang dibahas adalaaaahhh makanaaaann *tratakdumceess. Yup, selain tempat wisata, jogja juga terkenal dengan buanyak kuliner legendaris. Karena saya dan suami sama-sama doyan kuliner, akhirnya kami mengunjungi beberapa tempat makan tersebut. 1. The House of Raminten. Rumah makan ini terkenal karena pemiliknya sangat ikonik. Sosok perempuan memakai kebaya dan kain jarik, bersanggul serta ber-tahi lalat di atas bibir kanan bernama Raminten. Namun pemilik aslinya bukan seorang wanita melainkan seorang laki-laki yang sering memerankan sosok Raminten. Raminten adalah nama tokoh yang ia perankan di acara televisi Jogja TV yang berjudul Pengkolan. Nama asli pemiliknya adalah Hamzah Sulaeman. Rumah makan ini terdiri dari 3 lantai, saat masuk kita akan disambut resepsionis yang akan mencatat nama kita dan jumlah rombongan. Selanjutnya kita akan diminta menunggu sembari memilih menu. Diruang tunggu kita disugu...

Destinasi Wisata Jogja [part 2]

Banyak destinasi wisata menarik di jogja, dan kami sudah mengunjungi beberapa. Kami tidak menggunakan jasa agen travel karena kami merasa lebih bebas kalau berangkat sendiri. Kami juga punya bayi yang pasti akan lebih riweh saat persiapan sebelum berangkat jadi dapat dipastikan kami tidak dapat mengikuti jadwal. Lagipula berangkat sendiri lebih hemat bagi kami haha. Berikut adalah beberapa tempat legendaris yang kami datangi di jogja. 1. Malioboro Malioboro adalah tempat yang wajib dikunjungi saat ke jogja. Kami berangkat dari penginapan menggunakan grabcar dan diturunkan di sebelah rel kereta api. Lalu kami berjalan menyusuri jalan Malioboro. Di kanan jalan penuh dengan penjual yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas jogja. Mulai dari kaos, blankon, tas, gantungan kunci dan sandal. Saya sempat membeli beberapa kaos untuk Gie dan ayahnya. "Lha ibuknya Gie ndak beli?" Aslinya kepingin, tapi apa daya ndak ada kaos yang busui-able, jadi saya puasa belanja dulu hihi...

Jogja [part 1]

Sebenarnya keinginan untuk liburan ke jogja sudah ada sejak setelah menikah, namun karena satu dan buanyak hal, rencana ini selalu tertunda dan baru teralisasi kemarin. Awalnya saya agak ragu jika bepergian jauh membawa Gie. Karena ya kita tau sendiri, bayi itu susah ditebak. Kadang anteng tapi sering tiba-tiba cranky ndak jelas yanng bikin emak bapaknya bingung karena gak mengerti maunya apa. Tapi karena keinginan traveling jauh lebih kuat dari keraguan itu, akhirnya kita jadi berangkat juga ke jogja. Saya dan suami membeli tiket, booking penginapan dan mempersiapkan semua keperluan hanya beberapa hari sebelum berangkat. Akibatnya, kami hampir saja kehabisan tiket kereta. Kami awalnya memilih kereta Pasundan yang berangkat dari stasiun Gubeng Surabaya karena harganya sangat ekonomis. Namun karena kehabisan, kami terpaksa mencari alternatif lain. Saya kebagian kereta Malioboro express kelas ekonomi untuk berangkat dari stasiun Malang jumat, 5 juli 2019 jam 20.10 dan sampai ...

MengAsihi

Saya bukan ibu yang memiliki keinginan muluk-muluk. Dapat hamil dan melahirkan dengan lancar saja sudah cukup bagi saya. Awalnya saya agak pemisis saya dapat mengAsihi. Karena menurut logika saya, saat itu, rasanya tidak mungkin bayi dapat tumbuh sehat hanya dengan minum cairan. Lagipula di lingkungan sekitar saya, banyak bayi yang minum susu formula dan diberi makan sejak umur 2 bulan. Namun sejak hamil, saya banyak googling dan berdiskusi dengan banyak teman tentang per-asi-an. Dari situ saya tahu bahwa bayi baru lahir hanya boleh diberi minum asi saja, belum boleh diberi makann hingga 6 bulan karena pencernaannya belum siap untuk mencerna makanan padat. Akhirnya saya mencoba memantapkan diri untuk memberikan asi exclusive untuk Gie. Namun usaha tersebut bukannya tanpa hambatan. Banyak sekali masalah yang saya hadapi dari awal mengAsihi sampai sekarang. Masalah pertama adalah ASI yang tidak keluar sampai hati ke 3 pasca melahirkan. Awalnya saya pikir asi akan keluar dengan sen...

[Resensi] Jemima J (Jane Green) : Langsing bukan segala-galanya.

Setiap wanita itu cantik, terlepas dari ukuran baju, berat badan, tinggi badan, warna kulit dan sebagainya. Hanya saja terkadang lingkungan yang memasang kriteria khusus untuk dipanggil cantik, seperti harus langsing, mulus, rambut panjang dan lurus. Sehingga banyak wanita berlomba untuk menjadi langsing demi bisa masuk ke dalam kotak yang dilabeli "CANTIK" oleh sekitarnya. Maka akan ada wanita-wanita yang menjadi minder, tidak percaya diri karena tubuh mereka lebih berisi. Salah satunya adalah JJ alias Jemima Jones, yang ada dalam novel chicklit karangan Jane Green. Jemima Jones adalah wanita berumur 27 tahun yang bekerja sebagai jurnalis di Kilburn Herald, salah satu koran lokal di Inggris. Jemima Jones atau yang selanjutnya akan kita panggil JJ memiliki berat badan sekitar 120 kg. Hal ini yang membuatnya hampir setiap hari selalu bertekad untuk diet namun selalu kalah oleh sebatang cokelat atau sebungkus sandwich bacon favoritnya. JJ selalu berkhayal memiliki ba...

Mom-Shaming: Nyinyir berujung petaka

Serem amat judulnya kayak sinetron azab di tipi. Biarin. Biar semua pada tau, bahayanya mom-shaming. Sebelumnya saya mau cerita dulu. Akhir-akhir ini beredar kisah seorang suami yang rela resign dari tempat kerjanya dan memilih menjadi ojek online demi menjaga istrinya yang sedang sakit. Aaa romantisnyaa. Tapi bukan itu fokus kita buibu, abis ini jangan pada minta suaminya resign buat nemenin dirumah ya. Dapur kagak ngebul nanti buk hahay. Yang perlu kita ketahui adalah penyakit istri si bapak ini. Istri bapak ini, kita sebut saja ibu A, mengalami postpartum depression yang parah. Sebenarnya wajar seorang new mom mengalami baby blues atau post partum depression, hanya saja yang dialami ibu A ini diperparah dengan komentar-komentar para netijen yang masih kerabat dekatnya, tentang proses melahirkan secara sesar. Ibu A merasa sendirian dan terus disalahkan, hingga puncaknya dia dengan tanpa sadar membanting anaknya di atas kasur, Astaghfirullooh. Ibu A ini merupakan salah satu cont...

[Review] Stroller BabyElle Avio RS : Stroller hebat, harga bersahabat

Stroller adalah salah satu barang wajib punya, menurut saya. Karena saya tipikal ibu yang tidak bisa meninggalkan anak sendiri di kamar, jadi Gie saya bawa kemana-mana dengan stroller. Kalau digendong terus ibuknya pegel cyiin. Stroller juga bisa dijadikan investasi. Bisa disimpan untuk dipakai adik-adiknya nanti atau dijual kembali. Maka dari itu kita harus memilih stroller yang sesuai dengan kebutuhan. Banyak sekali pilihan stroller di pasaran, dari yang murah sampai yang muaahal. Tinggal kitanya harus pintar memilih yang sesuai kebutuhan dan budget. Di tulisan ini saya mau me-review kereta dorong alias strollernya Gie. Saya (dan penyandang dana alias Omnya Gie) memilih membeli stroller secara online karena saya tidak menemukan stroller yang saya inginkan di daerah tempat saya tinggal, sedangkan saya belum sempat ke Surabaya. Lagipula mencari secara online jauh lebih mengasyikkan dari pada keliling mall sambil menggendong bayi 6 kilo haha. Setelah pusing mencari yang sesuai kebu...