Skip to main content

Posts

Babymoon

Pantai Taman Ayu Hallo, akhirnya kembali menulis lagi setelah hampir 5 bulan dilanda rasa malas yang tak berkesudahan. Mungkin bawaan bayi atau mungkin memang saya yang tambah malas sejak hamil. Kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang Babymoon yang baru saja saya dan kangmas lakukan. Sebenarnya babymoon itu jalan-jalan/traveling biasa tapi dilakukan oleh ibu hamil. Babymoon memberikan dampak yang baik bukan hanya untuk calon ibu, tetapi juga untuk si bayi dan calon ayah. Dengan babymoon, memberi kesempatan quality time bersama suami dengan ikatan yang lebih kuat karena ada bayi di dalam perut ibu. Itu akan tercipta hubungan yang harmonis. Secara psikologis, jika ibu happy maka bayinya juga happy. Babymoon memberikan energi postif ke ibu dan juga kepada bayinya. Namun sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya ibu melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, untuk memastikan ibu dan janin dalam keadaan baik dan memungkinkan untuk melakukan babymoon. Lokasi traveling, kendaraan ...

I'm Pregnant [Part 2]

Setiap wanita hamil pasti akan mengalami morning sickness. Kata salah satu artikel di google, Morning sickness adalah gejala umum dari kehamilan yang ditandai dengan mual dan muntah sesekali. Meskipun namanya morning sickness namun tidak serta merta keluhan hanya terjadi di pagi hari, melainkan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada setiap saat sepanjang hari. Memang keluhan mual dan muntah lebih berat di pagi hari. Menurut  National Institutes of Health  (NIH), sebagian besar wanita hamil mengalami mual, tapi sepertiga juga mengalami muntah. Morning sickness biasanya terjadi dalam empat bulan pertama kehamilan dan ini sering menjadi tanda pertama bahwa seorang wanita hamil. Hal ini juga terjadi pada saya. Pada awal-awal kehamilan, saya masih belum merasakan perubahan yang berarti pada tubuh saya. Saya hanya merasa nafsu makan saya sedikit meningkat. Saya juga merasakan morning sickness namun tidak begitu parah. Hanya perasaan mual dan sedikit pusing di pagi dan sore ha...

I'm Pregnant [Part 1]

Memiliki buah hati adalah impian dari setiap pasangan yang sudah menikah. Kehadiran anak semakin melengkapi kebahagiaan suami-istri. Saya termasuk wanita yang tidak ingin menunda dalam memiliki momongan. Kapanpun Allah kasi, pasti saya dan suami terima dengan senang hati. Saya menikah bulan November 2017 . Sejak saat itu, sebulan sekali saya dan suami pasti mudik ke Bangkalan atau Lamongan untuk mengunjungi orang tua kami menggunakan sepeda motor. Saya lebih suka menggunakan sepeda motor karena saya sering mabok darat kalau naik mobil atau bis hahaha. Setiap selesai mudik, saya pasti kecapean. Suami juga tapi fisik laki-laki memang lebih kuat dari wanita jadi tidak begitu ketara capeknya. Mungkin hal ini juga yang sedikit banyak berpengaruh terhadap badan dan kesuburan saya. Bulan Januari 2018 , saya sempat terlambat datang bulan dan mengalami tanda-tanda (yang menurut saya) orang hamil. Pusing, perut begah, mual. Hal ini membuat saya dan suami mulai berharap tinggi bahwa saya mema...

[Recipe] Spagetti Pedas Andalan

Dari dulu saya suka memasak, terlepas dari hasilnya enak atau tidak. Memasak dapat memberikan saya perasaan bahagia dan bangga sebagai seorang wanita. Memang ribet dan melelahkan, tapi saya suka. Namun karena di rumah lebih sering membeli lauk yang siap makan, jadi hobi masak saya harus beristirahat sebentar hihi. Setelah menikah dan tinggal berdua dengan suami, saya baru bisa menyalurkan hobi terpendam saya. Dulu saat kuliah, saya sering memasak untuk teman-teman kelas. Dan masakan andalan saya saat itu, the one and only Spicy Chicken Spaghetti. Spagetti ini adalah satu-satunya masakan yang dapat saya masak dengan sempurna dan disukai oleh hampir teman-teman sekelas. Bahkan ada beberapa teman yang sampai ngidam spagetti bikinan saya dan harus bin wajib dibuatkan saat mereka hamil, biar anaknya gak ileran katanya hihi. Sampai saat ini pun, spagetti ini masih menjadi masakan andalan saya. Alhmdulillah, suami juga suka jadi saya cukup sering membuat masakan ini. Kali ini saya ingin ...

L.D.R

Menjalin hubungan yang harmonis dengan pasangan merupakan impian semua orang. Bisa bertemu, berbagi kasih sayang setiap hari, komunikasi yang lancar. Namun ada beberapa pasangan yang tidak bisa menikmati semua hal ini. Pasangan yang harus terpisah jarak dan waktu karena banyak hal yang tidak bisa bersua sesuka hati. Mereka menjalani yang namanya hubungan jarak jauh a.k.a Long Distance Relationship. Menurut Hampton (2004), pengertian hubungan jarak jauh adalah dimana pasangan dipisahkan oleh jarak fisik yang tidak memungkinkan adanya kedekatan fisik untuk periode tertentu. Jadi pasangan LDR biasanya tidak bisa bertemu dalam jangka waktu tertentu karena pekerja, tempat tinggal atau kuliah. Nah untuk menjalani LDR ini dibutuhkan manusia-manusia yang dewasa, sabar dan pengertian, kayak saya, hahahha becanda. Cerita dikit ya kenapa saya tertarik nulis tentang topik ini. Saya mengalami sendiri LDR dengan pacar yang sekarang sudah menjadi suami saja. Awalnya saya sama sekali tidak per...

[Review] Aloe Vera 92% : Gel Ajaib

Saya termasuk tipe wanita yang jarang sekali membeli produk perawatan tubuh atau wajah. Paling saya cuma beli yang paling dasar, yaitu lotion untuk tubuh kemudian facial foam, moisturizer, sama cleanser untuk wajah.  Saya juga jarang jerawatan jadi gak terlalu pusing masalah face care, kecuali pas mau dapet. Kulit wajah saya cenderung berminyak jadi saya cuma butuh sering-sering cuci wajah pake facial foam.  Tetapi semua berubah ketika negara angin menyerang hahaha. Setelah menikah dan pindah ke kota Batu, ada masalah baru yang harus saya hadapi. Dinginnya kota Batu membuat kulit tubuh terutama wajah saya menjadi sangat kering, hanya di bagian hidung yang sedikit berminyak. Awalnya saya tidak ambil pusing, mungkin cuma sementara, karena kulit saya baru beradaptasi. Namun setelah hampir dua bulan, kulit saya tetap kering dan menyulitkan saya saat memakai moisturizer, serta membuat bedak saya tidak merata, baru saya kebingungan. Saya sama sekali tidak punya pengetahuan yang c...

Curhat

Jodoh adalah cerminan diri. Pepatah itu masih saya yakini sampai sekarang. Walaupun sering ada keraguan didalamnya. Saya dinikahi seseorang yang sama sekali bukan dari dunia saya. Kami bertemupun secara tidak sengaja, mungkin ini yang dinamakan jodoh. Saya merasa sangat bahagia mempunya suami yang pintar, baik dan sangat sabar menuntun saya. Namun selalu ada ketakutan dalam diri saya akan dunianya. Dunia kami sangat jauh berbeda. Kadang saya merasa begitu kecil dibanding teman-temannya. Merasa begitu jauh ketika dia menceritakan impian-impiannya yang bahkan saya tak pernah terbayang tentang itu. Melihat buku-buku berisi konten berat (menurut saya) yang berjajar rapi di kamar kami, membuat saya merasa bodoh. Merasa menjadi pemalas ketika melihat suami berangkat kerja sedangkan saya hanya dirumah sambil mencari informasi lowongan kerja yang tak kunjung didapat. Menjadi pengecut yang takut melompat untuk memulai hal yang baru di tanah perantauan. Ya, saya pesimis. Karena memang orang s...